Biasanya sebagian besar orang ketika mengenakan suatu pakaian seragam maka tidak terlalu mmperdulikan bagaimana cara membuatnya. Yang mereka rasakan hanyalah apakah seragam tersebut nyaman di pakai atau tidak. Padahal untuk membuat produk yang mereka pakai perlu melewati proses produksi konveksi seragam dengan beberapa tahapan yang rumit.

Baik itu seragam berupa jaket pria, kemeja, atau seragam kaos biasanya melewati proses yang sama dari awal sampai akhir. Mungkin yang membedakan adalah apakah ada proses sablon atau tidak. Pada artikel kali ini kami akan mengupas beberapa rangkaian proses produksi konveksi seragam dari awal sampai akhir. 

Proses Produksi Konveksi Seragam
Proses menjahit. Sumber Unsplash

1. Pembuatan Desain

Proses ini adalah proses paling awal ketika orderan dari konsumen masuk. Konsumen yang datang pertama kali pasti akan memberikan desain yang diinginkan. Terkadang hanya berupa coretan sketsa di kertas atau kadang ada yang sudah dalam bentuk soft file format CDR. Jika konsumen belum memiliki desain yang jelas sudah siap maka desainer akan bekerja membuat desain awal gambaran pakaian yang diinginkan.

Desain akan menggambarkan bentuk, kombinasi warna, sablonan dan hal lainnya. Dengan desain yang jelas maka akan memudahkan bagian produksi untuk mengeksekusi pekerjaannya. Karena itulah pada bagian desain harus dipastikan apakah desainnya sudah selesai dan tidak ada revisi. Selain itu perlu di putuskan warna apa yang dipilih baik untuk bahannya ataupun sablonnya.

2. Pembuatan Pola Produksi

Pekerjaan selanjutnya adalah pembuatan pola pada kertas khusus. Pada langkah ini seorang pattern maker sangat diandalkan kelihaiannya. Pola adalah dasar dari ukuran dari bagian-bagian pakaian. Pembuatannya harus benar-benar jeli agar tidak terjadi kesalahan ukuran. Secara teknis pembuatan pola ini bisa dilakukan dengan skala lebih kecil dengan tujuan agar penggunaan bahan lebih efektif.

3. Pembuatan Pola Baju

Jika pembuatan pola produksi telah selesai dan anda bisa memperkirakan bahan kain yang dibutuhkan maka langkah selanjutnya adalah membuat pola baju yang sebenarnya. Artinya pada pembuatan pola ini sudah benar-benar pola yang sudah sesuai.   

4. Grading

Tujuan dari proses ini adalah menciptakan pola dalam ukuran yang berbeda. Seseorang yang menggunakan seragam belum tentu memiliki ukuran tubuh yang sama antara satu dengan lainnya. Karena itu dibuat beberapa ukuran berbeda seperti ukuran S untuk tubuh kecil, M untuk tubuh sedang, L untuk tubuh besar, dan XL untuk tubuh yang cenderung gendut. Biasanya sudah ada ukuran standar mode yang bisa dicontoh.

5. Pemotongan

Pada proses pemotongan akan menggunakan mesin pemotong yang sesuai dengan jenis kain. Saat ini sudah ada teknologi pemotongan kain dengan sinar laser yang menjadikan lebih presisi. Kain yang akan digunakan dipotong sesuai dengan pola yang sudah dibuat. Tips dari kami, manfaatkan ruang kosong yang sepi untuk proses pemotongan, agar tim pemotong bisa konsentrasi, karena hasil pemotongan sangat berpengaruh untuk baju yang diproduksi.

6. Proses Jahit

Proses ini akan melibatkan banyak tenaga penjahit. Biasanya akan ada spesialisasi dari setiap tukang jahit seperti jahit bagian kerah, jahit bagian lengan dan sebagainya. Selain itu jahitan sendiri ada berbagai macam jenis. Jahitan obras menggunakan mesin jahit obras high speed yang memiliki fungsi untuk dapat menggabungkan dua potongan bahan atau kain menjadi satu.

Jahitan obras memungkinkan untuk menggabungkan antara rip dengan potongan kaos bagian badan, potongan badan satu dengan potongan lainnya dan juga potongan badan dengan potongan tangannya. Sedangkan jahit rantai biasanya digunakan untuk kaos bagian pundak, belakang leher dan juga pundak kanan.

Untuk jahitan jenis overdeck merupakan jahitan yang biasanya terdapat pada lengan kaos ataupun bagian bawah kaos. Jahitan ini berfungsi untuk ‘menutup’ ujung kain. Jahitan overdeck merupakan salah satu jahitan yang dihasilkan oleh mesin jahit overdeck high speed.

7. Quality Control

Tahap selanjutnya setelah proses jahit selesai adalah tahapan pengecekan pada bagian quality control. Pada proses ini pakaian yang sudah jadi akan diseleksi sehingga kesalahan serta kecacatan pada pakaian akan diketahui. Jika memungkinkan untuk diperbaiki maka akan diperbaiki, tetapi jika tidak memungkinkan seperti kain yang sobek atau berlubang akan diganti dengan yang baru.

8. Finishing

Setelah melalui quality control, pakaian seragam akan disetrika agar terlihat rapi. Pada proses ini akan dilakukan tahapan pengecekan ulang. Pakaian dicek lebih dari satu kali supaya tidak ada satu pun produk cacat yang lolos ketangan konsumen. Satu produk yang cacat diterima konsumen tentu akan menjadikan konsumen tidak akan suka dan hal ini menyangkut nama baik perusahaan.

9. Packing

Proses Produksi Konveksi Seragam
Pakaian yang sudah jadi. Sumber Unsplash

Proses packing adalah proses terakhir. Pakaian seragam yang sudah jadi akan dibungkus dengan plastik pembungkus. Selain itu akan diberi label ukuran pada masing-masing plastik. Pengerjaan pembuatan produksi seragam harus benar-benar jeli dan dikerjakan dengan profesional.

Itulah proses produksi konveksi seragam yang penting untuk diketahui. Jika anda berniat untuk membuat seragam institusi, seragam klub atau seragam lainnya, anda bisa mempercayakan kepada penyedia layanan konveksi seragam terpercaya IndoGarmen. Silahkan mengunjungi website IndoGarmen.Com untuk informasi lebih lanjut.

Open chat
Klik langsung pesan baju