Bisnis konveksi merupakan bisnis yang menggiurkan. Karena itu beberapa pelaku usaha sablon, baik sablon manual maupun sablon dengan mesin DTG mengembangkan bisnisnya menjadi usaha konveksi. Namun tidak selamanya bisnis konveksi akan berjalan dengan lancar. Terkadang ada masalah pada bisnis konveksi yang terjadi dan pelaku usaha kelabakan menghadapinya.

Beberapa masalah pada bisnis konveksi di bawah ini sering di temukan pada perusahaan konveksi. Untuk meminimalisir hal tersebut, ada baiknya anda membaca ulasan dari kami. Inilah beberapa masalah pada bisnis konveksi.

Masalah Pada Bisnis Konveksi
Seragam dan pakaian berkualitas menjadi keinginan konsumen perusahaan konveksi. Sumber Unsplash

1. Komunikasi Dengan Pelanggan

Komunikasi adalah perkara yang sangat penting. Karena itu jika pelanggan menginginkan sesuatu, anda harus segera tanggap dan memiliki pemahaman yang sama antara anda dengan pelanggan. Terkadang masalah pada bisnis konveksi yang sering terjadi adalah masalah komunikasi antara pemilik konveksi dengan pelanggan.

Bahkan karena miskomunikasi, terjadi kerugian yang cukup besar karena adanya kesalahan produk yang fatal dengan jumlah pesanan yang tidak sedikit. Karena itu antara pelanggan dan juga pelaku usaha harus ada komunikasi yang jelas. Biasanya semua pesanan di catat dengan detail, baik dari ukuranm desain, bahan warna dan hal lainnya.

Selain itu yang sering ditemukan adalah masalah komunikasi di meja desain, dimana antara warna yang ada pada layar monitor sewaktu pekerjaan sampai pada tahap desain terjadi perbedaan dengan warna sablonan yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena cara mencampur cat sablon di lakukan manual, sehingga takaran percampuran warna tidak benar-benar tepat.

2. Ketersediaan Bahan

Ketika sudah terjadi kesepakatan di awal dan tinggal melakukan pekerjaan, terkadang masalah datang dengan habisnya stok kain yang dimaksud di supliyer. Sedangkan tidak ada jenis kain bahan kaos atau seragam yang sesuai sebagai pengganti. Hal inilah yang membuat pusing pemilik bisnis konveksi maupun pelanggan dalam mewujudkan desain yang telah dirancang sebelumnya.

Bahan yang jarang digunakan dan kain dengan warna yang juga jarang dipilih terkadang tidak selalu tersedia di supliyer. Cara mengantisipasinya adalah dengan melakukan pengecekan  dahulu dengan supplier bahan sebelum melakukan kesepakatan. Karena masalah ketersediaan bahan bisa menyebabkan orderan di batalkan atau pekerjaan menjadi tertunda sampai bahan yang di maksud sudah ada di supliyer.

3. Penentuan Ukuran

Meskipun sudah ada patokan ukuran pada pakaian seperti L, XL, M atau S namun terkadang dari setiap konveksi memiliki standar sizing yang berbeda-beda. Bahkan standar sizing yang ada di pihak konsumen pun terkadang bisa beda. Untuk mengatasinya, bisa dibuat sampel terlebih dahulu, atau menyesuaikan dengan standar sizing dari salah satu pihak.

Masalah lainnya adalah adanya alokasi ukuran dengan jumlah yang di sediakan ternayata tidak sesuai dengan yang dibutuhkan. Misalnya ternyata pakaian yang dipesan terlalu banyak ukuran S nya, atau ukuran XL ternyata kurang. Biasanya hal ini terjadi karena kesalahan pemesan. Pemesan kurang detail dalam penentuan jumlah yang dibutuhkan.

Penanganan yang paling aman adalah dengan mengukur satu persatu, akan tetapi langkah ini dirasa kurang efektif karena memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Untuk meminimalisir terjadi kesalahan ukuran ataupun kesalahan alokasi jumlah untuk ukuran tertentu, maka data dan jumlah ukuran yang di ajukan ke perusahaan konveksi harus benar-benar valid dan tidak hanya dikira-kira atau pukul rata.

4. Waktu Pengerjaan

Ada beberapa konsumen yang menginginkan pengerjaan dipercepat karena seragam akan segera digunakan. Tentu anda sebagai pemilik usaha konveksi seragam harus berani mengambil keputusan, apakah orderan diterima atau ditolak. Hal ini merupakan simalakama, jika ditolak maka anda akan kehilangan peluang penghasilan, namun jika diterima, anda harus bekerja dan memperkerjakan karyawan dengan ritme yang lebih cepat.

Pengerjaan yang tidak tenang atau terburu-buru terkadang akan menimbulkan permasalahan. Bisa terjadi kecacatan hasil pekerjaan karena kurang fokus atau hal lainnya. Terimalah orderan yang sekiranya anda mampu mengerjakannya dengan baik. Jangan samapi anda menerima orderan dengan hasil yang cepat namun kualitas yang kurang baik.

Masalah waktu pengerjaan lainnya adalah ketika proses penyablonan di kala hujan kemudian udara menjadi dingin dan lembab terkadang hasil sablonan kurang maksimal. A[alagi untuk sablonan yang mengandalkan sinar matahari untuk proses pengeringan. Namun saat ini hal tersebut sudah diantisipasi dengan mesin press pengering sablon.

5. Standarisasi Harga

Setiap perusahaan konveksi memiliki standar penentuan harga yang berbeda-beda. Hasil pekerjaan yang memiliki kualitas bagus dan pengerjaan dengan waktu yang tepat akan dibandrol dengan harga tinggi, demikian pula harga yang rendah akan mendapatkan kualitas barang yang sepadan.

Masalah Pada Bisnis Konveksi
Semakin cepat pengerjaan, eror atau kesalahan akan semakin besar. Sumber Unsplash

Yang disukai konsumen adalah konveksi dengan harga yang murah namun kualitas bagus. Dan tentu saja setiap perusahaan konveksi akan berusaha maksimal untuk memenuhi hal tersebut. Namun setiap usaha yang dilakukan tentu akan ada batasannya. Mungkin terkendala dengan alat, penggajian untuk tenaga kerja tambahan dan sebagainya.

Itulah beberapa masalah pada bisnis konveksi yang sering terjadi. Semakin tinggi umur perusahaan tentu akan semakin matang usaha yang dijalankan. Selain itu pengalaman yang didapatkan akan semakin banyak. Karena itu profesionalisme dari suatu perusahaan akan senantiasa meningkat siring berjalannya waktu. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi anda. Jangan lewatkan artikel dari kami lainnya tentang tips merawat pakaian bahan sutra. Terima kasih.

Open chat
Klik langsung pesan baju