Usaha kecil di Indonesia di bidang tekstil berkembang dengan pesat. Meskipun mendapatkan tantangan dari keberadaan pakaian impor, namun berbagai jenis UKM tekstil di Indonesia mampu bertahan dengan segala kreatifitasnya.

Selain dengan memaksimalkan digital marketing pada bisnis UKM nya, rata-rata bertahannya UKM tekstil di Indonesia lebih karena faktor kepercayaan masyarakat terhadap produk tekstil dalam negeri. Dan memang hal ini dibuktikan dengan banyaknya produk tekstil seperti kaos dari Bandung yang masih menjadi idola di tengah masyarakat.

Seperti apa industri UKM tekstil di Indonesia? Inilah beberapa Jenis UKM tekstil yang berkembang di Indonesia.

Jenis UKM Tekstil
Tenun tradisional. Sumber Unsplash

1. Konveksi

Konveksi merupakan industri kecil skala rumah tangga yang merupakan tempat pembuatan secara massal pakaian jadi seperti kaos, kemeja, celana, jaket dan sebagainya. Biasanya usaha konveksi tidak lepas dari pembuatan seragam, karena itu konveksi seragam atau pembuatan seragam secara massal menjadi tumpuan utama dari usaha konveksi di Indonesia.

Meskipun penggunaan konveksi lazim digunakan untuk merujuk jasa pembuatan baju skala besar, namun terkadang usaha konveksi tetap menerima order skala kecil, bahkan ada juga yang menerima order satuan. Hal ini merupakan layanan yang menjadi nilai positif dari perusahaan konveksi yang bersangkutan dimana biasanya perusahaan konveksi tidak menerima order satuan.

2. Batik

Salah satu usaha tekstil tertua di Indonesia adalah usaha batik. Batik pada awalnya hanya mengejar nilai dari sebuah  karya seni, artinya hanya mengejar kualitas bukan kuantitas. Namun seiring perkembangan jaman, batik saat ini mampu diproduksi secara massal dengan keberadaan batik cap atau printing.

Untuk membuat kerajinan batik asli atau batik tulis, membutuhkan waktu yang lama sehingga saat ini batik tulis menjadi salah satu produk batik dengan nilai ekonomis yang tinggi. Teknik pewarnaan kearajinan ini masih menggunakan pewarna alami untuk batik asli. Namun tidak jarang bahan sintetis juga digunakan karena keterbatasan bahan dari alam.

Sebenarnya disaat berkembangnya arus modernisasi dari peralatan tekstil batik, produksi batik secara manual dan tradisional merupakan peluang usaha yang cukup bagus. Namun saat ini banyak generasi muda yang mulai meninggalkan bisnis batik tradisional ini karena dilihat kurang praktis dalam pengerjaannya.

3. Sablon

Sablon merupakan teknik mencetak secara tradisional yang sampai detik ini masih dilakukan. Teknik ini menggunakan layar atau screen sebagai alat cetaknya. Screen adalah semacam layar dengan bahan nilon yang dapat dibuat pola cetakan sesuai keinginan. Satu screen hanya untuk satu warna dan setiap screen memiliki kerapatan yang berbeda.

Kerajinan sablon ini telah berkontribusi pada industri tekstil modern. Industri tekstil yang paling terpengaruh oleh teknik ini adalah distro. Kaos sablon saat ini masih mendapat kepercayaan masyarakat ditengah hadirnya teknologi kaos yang dicetak dengan mesin print.

4. Butik atau Distro

Butik merupakan toko pakaian eksklusif yang menjual pakaian dan kelengkapannya untuk wanita modern. Pakaian di butik dikerjakan dengan tangan atau mesin halus dan mengikuti perkembangan trend di masyarakat. Sementara ukurannya disesuaikan denga orang tertentu atau menggunakan ukuran standar mode.

Bisnis ini biasanya didirikan oleh desainer sebagai tempat untuk menjual produk rancangannya, dimana gaya desainnya tidak sama dengan yang ada di pasaran. Selain itu mereka juga memiliki penjahit sendiri sehingga mampu mengontrol kualitas.

Sedangkan distro memiliki pengertian yang sama dengan butik, hanya saja distro diperuntukkan bagi konsumen kaum pria. Namun tidak jarang distro juga menyediakan pakaian untuk wanita tetapi bukan gaun. Produk dari distro biasanya dirilis secara terbatas sehingga tidak akan sama di pasaran. Inilah yang menjadi daya tarik dari distro maupun butik.

5. Sulam atau Bordir

Bordir atau sulam adalah sebuah hiasan di kain atau bahan lain dengan menggunakan benang dan jarum. Pada saat sekarang sudah jarang menemukan orang yag menyulam secara manual. Sedangkan bordir bisa dilakukan dengan dua cara. Cara pertama adalah bordir manual menggunakan mesin bordir dan bordir komputer.

Teknologi bordir komputer ini sangat penting dalam industri fashion dan juga konveksi. Berbagai badge dengan desain yang rumit saat ini dibuat dengan bordir komputer. Biasanya badge yang dihasilkan dari bordir komputer dipasang pada seragam karyawan, seragam kantor dan seragam sekolah.

6. Jahit Perca

Jahit perca adalah proses pembuatan produk kerajinan tekstil dari kain bekas. Yang biasa umum ditemukan adalah kerajinan keset dari kain perca. Membuat kerajinan perca cukup mudah yakni menggabungkan kain perca lalu dijahit menggunakan pola yang sudah direncanakan. Selain keset ada pula hasil kerajinan lainnya mulai dari sarung handphone, taplak dekorasi dapur sampai celana ompol untuk bayi.

7. Menjahit Tindas

Jika anda memiliki selimut dengan hiasan timbul maka hiasan tersebut dijahit menggunakan teknik jahit tindas. Jahit tindas (quilting) adalah teknik menghias permukaan kain dengan cara melapisi atau mengisi kain dengan bahan pelapis atau pengisi kemudian dijahit tindas pada permukaan kain sesuai dengan pola.

8. Tapestry

Konon kerajinan tapestry telah diproduksi dan digunakan oleh manusia sejak abad ke 3 SM. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya artefak kerajinan tapestry Yunani di gurun Tarim Basin, dalam kondisi terawetkan. Kerajinan tekstil tapestry adalah proses penenunan yang menggunakan 2 buah benang saling bersilang.

Dalam kerajinan tapestry, bagian benang yang sejajar dengan panjang disebut wrap (benang lungsin), dan bagian benang yang sejajar dengan lebar disebut weft (benang pakan). Eropa adalah tempat pertama yang memproduksi kerajinan tapestry secara massal yaitu pada abad ke 14. Seiring perkembangan zaman, kerajinan tapestry mulai dikenal dan diproduksi diluar benua Eropa.

Pada tahun 90an, kerajinan tapesty mulai diproduksi secara mekanis oleh alat tenun Jacquard. Bahkan pada 2016 lalu google dan pabrik teksil bekerjasama dalam proyek pembuatan teknologi khusus tenun. Proyek ini bertujuan menggabungkan antara alat tenun Jacquard dengan teknologi digital.

9. Tenun Tradisional

Salah satu teknik untuk membuat kain secara manual adalah dengan alat tenun. Di Indonesia tiap daerah memiliki kain tenun dengan corak yang khas. Proses pengerjaannya pun menggunakan teknik yang beragam sehingga tiap daerah berbeda coraknya. Yang jelas proses pembuatannya masih menggunakan alat manual dan dikerjakan oleh tangan-tangan trampil masyarakat setempat.

10. Makrame

Jenis UKM Tekstil
Seni makrame. Sumber Unsplash

Makrame sendiri dalam berasal dari Bahasa Arab mikramah. Kata ini memiliki arti sebagai anyaman, yaitu seni merajut benang atau rami yang dapat menghasilkan pola yang indah. Teknik pembuatan makrame antara lain rajut atau anyam, pilin, dan simpul. Saat ini makrame populer dengan bahan yang beragam dan bentuk yang lebih inovatif.

Itulah beberapa jenis UKM tekstil yang berkembang di Indonesia. Selayaknya sebagai masyarakat Indonesia yang mencintai produk anak bangsa mendukung keberadaan UKM tekstil yang ada di Indonesia dengan membeli produknya mulai dari kaos, jaket pria, kemeja dan sebagainya. Semoga artikel ini bermanfaat. Anda bisa membagikan artikel ini jika bermanfaat. Terima kasih.

Open chat
Klik langsung pesan baju